Sejarah Islam Terkontaminasi

Sejarah tentang umat Islam yang sekarang ini ada belum bisa dipastikan kebenarannya. Sebab ditulis oleh mereka yang secara idiologi dan emosi berseberangan dengan umat Islam.Mungkin kejadiannya sama, misalnya tetap ada perang Jamal, Shiffin dan seterusnya, tetapi angle yang dibuat oleh mereka yang memusuhi Islam pasti akan berbeda. Sejernih dan seobjektif apapun klaim yang mereka katakan, tetap saja tidak akan pernah keluar dari frame pemikiran yang sudah tercetak sebelumnya.

Kita semua tahu bahwa perang Vietnam itu pernah terjadi. Tetapi mana ada film Hollywood yang menggambarkan tentara Amerika kalah sekaligus bersalah di dalam perang Vietnam? Yang ada, Rambo itu selalu menang dan selalu benar. Lalu difilmkan dan orang-orang bertepuk tangan.

Kalau seandainya orang Vietnam bikin film, maka pasti tentara AS akan terlihat bego, tolol dan goblok. Sama dengan tipologi bule belanda yang blo’on dalam film nasional kita. Paling tidak, akan terkesan bengis, kejam dan tak berprikemanusiaan.

Jadi meski kejadiannya sama, tetapi angle yang dibuat bisa saja berbeda. Tergantung siapa yang membuatnya.

Terpecahnya umat Islam sekarang ini bukan karena dahulu para shahabat nabi berpecah-belah. Yang diributkan oleh Syiah dan Sunni hari ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan perang Jamal, perang Shiffin, tragedi Karbala dan seterusnya.

Kisah-kisah itu kalau pun memang pernah terjadi, sama sekali bukan faktor utama penyebab perpecahan di masa sekarang ini. Kisah itu hanya bumbu penyedap saja.

Penyebab perpecahan umat Islam sekarang ini justru karena keawaman mereka terhadap agamanya. Hanya kebetulan beda cara shalatnya, sudah bikin masjid baru lagi. Hanya kebetulan yang satu jaketnya kuning sedang yang lainnya hijau, sudah mau bikin jaket baru lagi. Hanya kebetulan ada beda dari cara pandang, sudah siap perang dan bunuh-bunuhan.

Apalagi tidak sedikit teman-teman kita yang mudah sekali ditelikung oleh lawan. Hanya diberi sedikit perangsang, dengan mudah langsung menjual ‘murah’ agamanya. Lalu mengumandangkan paham liberalisme, sekulerisme dan semua yang diinginkan oleh musuh umat.

Belum lagi tradisi puritanisme sempit yang ternyata masih mudah dimainkan. Barat paham betul bahwa tidak mudah menghancurkan Iraq, meski Sadam telah digantung. Tetapi ketika ‘senjata pamungkas’ terakhir dimainkan, yaitu memecah-belah perseteruan sunnah syiah, maka mereka menarik untung besar-besaran. Tidak perlu lagi mesiu, cukup adu domba saja antara sunni dan syiah, maka semua kemauan barat segera terlaksana. Sesama muslim pun asyik saling berbunuhan.

Padahal di Iraq, orang sunnah dan syiah itu boleh jadi satu keluarga. Mungkin ada yang suaminya syiah lalu isterinya sunni. Atau ayahnya sunni lalu anak-anaknya syiah. Sekarang, keluarga itu saling membunuh antara sesama, hanya karena dipicu fitnah yang tidak jelas.

Sejarah kemegahan umat Islam memang selama ini ditutupi, bukan hanya oleh barat, namun oleh umat Islam sendiri. Apalagi umat Islam tidak punya ahli sejarah yang kritis dan orisinil. Sehingga kita benar-benar kalah telak di bidang yang satu ini.

Yang rusak bukan hanya di sekolah umum, tetapi yang ada di madrasah dan pesantren pun sama saja. Bahkan sampai tingkat perguruan tinggi, jauh lebih parah lagi.

Salah satu solusinya adalah kita harus membangun kampus atau jurusan sejarah Islam yang spesifik. Di mana di dalamnya berkumpul para ahli sejarah yang masih shalih dan lurus. Bukan yang mau jadi budak musuh-musuhnya dengan memelintir sejarah peradabana menjadi sejarah pertumpahan darah.

Kurikulum sejarah Islam pun harus dirombak total, karena yang ada sekrang ini sangat tidak berpihak kepada umat Islam sendiri.

Published in: on Januari 18, 2007 at 2:02 pm  Comments (1)  

The URI to TrackBack this entry is: https://tsaqofah.wordpress.com/2007/01/18/sejarah-islam-terkontaminasi/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentTinggalkan komentar

  1. Ass.eh emangnya gak ada gitu yang benar-benar islam.
    masa gak ada umat islam yang bener,klo git5u mah atuh bumi ini akan hancur.Wslm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: