<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pengetahuan &#38; Wawasan Islam</title>
	<atom:link href="http://tsaqofah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tsaqofah.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 07:26:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tsaqofah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pengetahuan &#38; Wawasan Islam</title>
		<link>http://tsaqofah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tsaqofah.wordpress.com/osd.xml" title="Pengetahuan &#38; Wawasan Islam" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tsaqofah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Baik dan Buruk dan Alasan Kewajiban</title>
		<link>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/baik-dan-buruk-dan-alasan-kewajiban-2/</link>
		<comments>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/baik-dan-buruk-dan-alasan-kewajiban-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 09:42:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>madah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Al Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Rindu]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Salim]]></category>
		<category><![CDATA[Segar Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyahtun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Tombo Ati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/baik-dan-buruk-dan-alasan-kewajiban-2/</guid>
		<description><![CDATA[Alloh Subhanallohu Wa Ta’ala telah memberikan fitrah kepada manusia untuk melihat kebaikan dalam berbagai benda dan perbuatan. Kejujuran dan keadilan, kelembutan dan kebaikan, keramahan dan keindahan, semua itu dipandang baik oleh manusia berdasarkan fitrahnya yang telah dianugerahkan Alloh Subhanallohu Wa Ta’ala kepada kita, hamba Alloh Subhanallohu Wa Ta’ala. Demikian pula dengan perkara-perkara buruk yang berkaitan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=72&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Alloh <em>Subhanallohu Wa Ta’ala</em> telah memberikan fitrah kepada manusia untuk melihat kebaikan dalam berbagai benda dan perbuatan. Kejujuran dan keadilan, kelembutan dan kebaikan, keramahan dan keindahan, semua itu dipandang baik oleh manusia berdasarkan fitrahnya yang telah dianugerahkan Alloh <em>Subhanallohu Wa Ta’ala </em>kepada kita, hamba Alloh <em>Subhanallohu Wa Ta’ala</em>.<br />
<span id="more-72"></span>Demikian pula dengan perkara-perkara buruk yang berkaitan dengan perbuatan dan benda-benda dipandang buruk oleh manusia. Hal ini juga diketahui oleh manusia berdasarkan fitrah yang suci dan murni. Oleh karena itu, kezaliman, kedustaan, dan kejahatan merupakan perkara-perkara yang tercela.</p>
<p align="justify">Ketika syariat Ilahi dikebumikan sesuai dengan apa yang terpusat pada fitrah manusia, maka ia turun untuk menetapkan apa-apa yang telah wujud dalam fitrah tersebut. Syariat menguatkan keburukan sesuatu yang asalnya buruk, sebagaimana ia menegaskan kebaikan sesuatu yang baik bahkan memerintahkan kebaikan dan melarang keburukan.</p>
<p>Namun demikian, meskipun persoalan ini muncul hanya dihadapkan pada orang-orang yang berakal, ia menjadi salah satu titik perbedaan yang besar di kalangan beberapa golongan, terutama golongan Mu&#8217;tazilah dan Asy&#8217;ariyah&#8230;. Persoalan ini dikenal dengan istilah &#8220;masalah baik dan buruk, apakah keduanya ditentukan berdasarkan akal atau syariat (wahyu)?&#8221;</p>
<p>Sebelum turunnya perintah dan larangan tidak ada keburukan yang akan dikenakan sangsi (balasan) karena keburukan yng ada pada dirinya, dan <em>Alloh Subhanallohu Wa Ta’ala</em> tidak akan memeberi balasan kecuali setelah mengutus rasul-rasu-Nya. Sebagaimana firman Alloh, yang artinya:<em> &#8220;Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.&#8221;</em> (QS. Al-Isra: 15).</p>
<p>Alloh <em>Subhanallohu Wa Ta’ala</em> berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Sesungguhnya Alloh menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Alloh melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.&#8221; </em>(QS. An-Nahl: 90).</p>
<p>Qatadah mengatakan, &#8220;Perbuatan baik yang dilakukan oleh orang-orang jahiliyah bukanlah suatu kebaikan hingga Alloh memerintah mereka melakukannya melalui ayat ini, dan bukan pula suatu keburukan apa-apa yang dianggap tercela di kalangan mereka hingga Alloh melarang mereka dan menyebutnya buruk, dan Dia hanya melarang perbuatan-perbuatan yang kotor dan tercela. (Tafsir ath-Thabari, juz 8, h. 163).</p>
<p>Imam Ali berkata, &#8220;Ketika Alloh memerintahkan kepada nabinya untuk menghadapi kabilah-kabilah Arab, beliau keluar dan menemui mereka pada suatu majelis dari kaum Syaiban bin Tsa&#8217;labah. Beliau mengajak mereka masuk Islam dan menolongnya. Salah seorang di antara mereka, Mafruq bin &#8216;Amr bertanya, &#8216;Wahai Saudara Quraisya, ke mana engkau mengajak kami?&#8217; Maka Rasulullah saw membacakan ayat yang artinya, &#8220;Sesungguhnya Alloh menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat.&#8221; Ia berkata, &#8220;Demi Alloh, engkau telah mengajak kami pada akhlak yang mulia. (Dala&#8217;il an-Nubuwwah, al-Baihaqi, juz 2, h. 422/425; Dala&#8217;il an-Nubuwwah, Abu Nu&#8217;aim, juz 1, h. 203 &#8212; 207).</p>
<p><strong>Landasan Penentuan Perintah dan Pahala</p>
<p></strong>Perbuatan baik dan buruk dapat saja ditetapkan berdasarkan pertimbangan akal, tetapi pahala dan siksa tidak dapat ditentukan kecuali dengan adanya syariat. Maka, hal yang sebaliknya dari problematika akal adalah bahwa ia tidak berhak menetapkan siksa kecuali dengan diutusnya rasul sebagaimana telah ditunjukkan oleh Alquran dan Sunnah. Jika hal ini telah ditetapkan demikian, maka ditetapkan pula bahwa perintah (kewajiban) tidak ditentukan kecuali dengan syariat. Oleh karena itu, wajibnya erintah dan haramnya larangan tidak ditentukan kecuali dengan syariat, dan sama sekali tidak ada intervensi akan di dalamnya. Hal itu terjadi karena pahala dan siksa masing-masing tergantung pada ketaatan menjalankan perintah dan menjauhi larangan atau sebaliknya, yakni melanggar perintah dan melakukan larangan, dan ini hanya terjadi berdasarkan tuntunan syariat, bukan yang lain. Dengan demikian, fitrah akal dan ra&#8217;yu (pendapat) tidak dapat menjadi landasan bagi penentuan perintah yang dapat ditegakkan di atasnya hujjah bagi makhluk, kecuali wahyu dan diutusnya seorang rasul.</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengatakan, &#8220;Makhluk tidak mengetahui apa yang dicintai dan diridhai oleh Alloh, perintah-Nya dan larangan-Nya, karamah-Nya yang dijanjikan kepada wali-wali (penolong-penolong) -Nya dan siksa-Nya yang dijanjikan untuk musuh-musuh-Nya. Mereka juga tidak mengetahui hak Alloh dari nama-nama yang baik (asma al-husna) dan sifat-sifat-Nya yang agung yang akal tidak mampu mengetahuinya dan hal-hal yang serupa dengan itu, kecuali melalui rasul-rasul-Nya yang telah diutus Alloh kepada hamba-hamba-Nya.&#8221; (Ibnu Taimiyah, Majmu&#8217;ul-Fatawa, juz 1, h. 121).</p>
<p><strong>Di antara ayat-ayat Alquran yang menunjukkan bahwa pengetahuan tentang Alloh dan sifat-sifat-Nya diperoleh melalui pendengaran (as-sama&#8217;u) dan bukan melalui akal adalah:<br />
</strong>Firman Alloh <em>Subhanallohu Wa Ta’ala</em>, yang artinya: <em>&#8220;Maka ketahuilah bahwa tidak ada Ilah (Yang Haq) melainkan Alloh dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Alloh mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.&#8221;</em> (QS. Muhammad: 19).</p>
<p><em>&#8220;Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Rabbmu; tidak ada Ilah selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.&#8221; </em>(QS. Al-An&#8217;am:106).</p>
<p><em>&#8220;Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: &#8216;Bahwasannya tidak ada Ilah melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku&#8217;.&#8221; </em>(QS. Al-Anbiya: 25).</p>
<p>Menurut Imam al-Lalaka&#8217;i <em>Rahimahullah</em> bahwa ayat yang terakhir mengandung pengertian bahwa Alloh telah memberitahukan kepada nabi-Nya (Muhammad) bahwa nabi-nabi Alloh terdahulu tidak mengetahui tauhid kecuali melalui pendengaran dan wahyu. (Syarh I&#8217;tiqad Ahlu Sunnah, juz 1, h. 195).</p>
<p>Imam al-Lalaka&#8217;i <em>Rahimahullah</em> juga mengatakan, Demikian pula halnya dengan kewajiban mengetahui rasul, hal ini ditentukan berdasarkan pendengaran. Alloh <em>Ta&#8217;ala</em> berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Katakanlah: &#8216;Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Alloh kepadamu semua, yaitu Alloh yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Ilah (yang brhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan yang mematikan, maka berimanlah kamu kepada Alloh dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Alloh dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.&#8221; </em>(QS. Al-A&#8217;raf: 158),</p>
<p>firman-Nya, yang artinya: <em>&#8220;Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.&#8221; </em>(QS. Al-Isra: 15), firman-Nya, yang artinya: <em>&#8220;(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak alasan bagi manusia membantah Alloh sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&#8221;</em> (QS. An-Nisa: 165), juga firman-Nya, yang artinya: <em>&#8220;Dan tidaklah kamu (Muhammad) berada di sisi yang sebelah barat ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa, dan tidak pula kamu termasuk orang-orang yang menyaksikan. Tetapi Kami telah mengadakan beberapa generasi, dan berlalulah atas mereka masa yang panjang, dan tiadalah kamu tinggal bersama-sama penduduk Madyan dengan membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka, tetapi Kami telah mengutus rasul-rasul. Dan tiadalah kamu berada di dekat Gunung Thur ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami beritahukan itu kepadamu) sebagai rahmat dari Rabbmu, supaya kamu memberi peringatan kepada kaum (Qurasy) yang sekali-kali belum datang kepada mereka pemberi peringatan sebelum kamu agar mereka ingat. Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan: &#8216;Ya Rabb kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau dan jadilah kami termasuk orang-orang mukmin,&#8221;</em> (QS. Al-Qashash: 44 &#8212; 47), dan firman-Nya, yang artinya: <em>&#8220;Dan mereka berkata, &#8216;mengapa ia tidak membawa bukti kepada Kami dari Rabbnya? Dan apakah belum datang kepada mereka bukti yang nyata dari apa yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu? Dan sekiranya Kami binasakan mereka dengan suatu azab sebelum Alquran itu (diturunkan), tentulah mereka berkata: &#8216;Ya Rabb kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau sebelum kami menjadi hina dan rendah?&#8221;</em> (QS. Thaha: 133-134).</p>
<p>Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa pengetahuan tentang Alloh dan rasul-Nya diperoleh melalui pendengaran, sebagaimana diberitahukan oleh Alloh <em>Azza wa jalla</em>, dan ini adalah pandangan Ahlu Sunnah wal Jamaah. (Syarh I&#8217;tiqad Ahlu Sunnah, juz 1, h. 196).</p>
<p>Syaikh Shalih bin Hamid mengatakan, &#8220;Di antara beberapa persoalan yang telah ditetapkan di dalam syariah adalah syarat menentukan suatu kewajiban (taklif) melalui suatu perintah di antara perintah-perintah yang datang dari Alloh (syari&#8217;) adalah pengetahuan mukallaf tentang tuntutan syari&#8217; (pembuat syariat/Alloh) kepadanya untuk melaksanakan perintah-Nya.&#8221; (Raf&#8217;u al-Haraj fi asy-Syariah al-Islamiyah, 229; lihat pula Mizan al-Ushul fi Nataij al-&#8217;Uqul, juz 1/h. 285).</p>
<p>Dengan demikian, wayhu Alloh  <em>Subhanallohu Wa Ta’ala </em>dan syariatnya merupakan hujjah bagi makhluk-Nya. Alloh  <em>Subhanallohu Wa Ta’ala </em>memiliki hikmah yang sempurna dalam menciptakan makhluk-Nya, seraya berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.&#8221;</em> (QS. Adz-Dzariyat: 56). Kemudian Alloh  <em>Subhanallohu Wa Ta’ala </em>menjelaskan bahwa Dia menciptakan mereka untuk beribadah kepada-Nya dan Dia tidak membiarkan mereka sia-sia, sebagaimana firmanNya, yang artinya: <em>&#8220;Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban).&#8221; </em>(QS. Al-Qiyamah: 36).</p>
<p>Alloh <em>Subhanallohu Wa Ta’ala</em> Maha Adil di antara yang paling adil. Dia tidak mengazab hamba-hamba-Nya kecuali setelah Dia memberikan peringatan kepada mereka dengan mengutus rasul-rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya, sehingga Dia tidak akan menghukum mereka sebelum Dia menegakkan hujjah-Nya di hadapan mereka. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, juz 3, h. 28 dan lihat pula Fathul Qadir, juz 3, h. 214).</p>
<p>(Sumber Rujukan: <em>Al-Jahl bi Masail al-I&#8217;tiqad wa Hukmuhu</em>, Abdurrzzaq bin Thahir bn Ahmad Ma&#8217;asy)
<p>Disalin dari: <a href="http://www.arsipmoslem.wordpress.com/">Arsip Moslem Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tsaqofah.wordpress.com/72/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tsaqofah.wordpress.com/72/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsaqofah.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsaqofah.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsaqofah.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsaqofah.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsaqofah.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsaqofah.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsaqofah.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsaqofah.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsaqofah.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsaqofah.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsaqofah.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsaqofah.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsaqofah.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsaqofah.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=72&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/baik-dan-buruk-dan-alasan-kewajiban-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/406628410a46c869631bdf95473ff393?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelajaran dan Faedah Kisah Ashabul Ukhdud</title>
		<link>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/pelajaran-dan-faedah-kisah-ashabul-ukhdud/</link>
		<comments>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/pelajaran-dan-faedah-kisah-ashabul-ukhdud/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 09:38:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>madah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Al Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Rindu]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Salim]]></category>
		<category><![CDATA[Segar Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyahtun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Tombo Ati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/pelajaran-dan-faedah-kisah-ashabul-ukhdud/</guid>
		<description><![CDATA[Dari kisah Ashabul Ukhdud yang telah terlebih dahulu dikontribusikan, terdapat berbagai pelajaran dan faedah yang dapat kita petik kemudian dipahami, dipelajari dan diamalkan. Sehingga kisah ini bukan hanya menjadi pengantar tidur ataupun pengetahuan belaka namun memberikan manfaat bagi kehidupan kita di dunia dan akhirat. Amiin Di antara rentang waktu tertentu Alloh menyiapkan orang-orang yang menegakkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=71&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Dari kisah Ashabul Ukhdud yang telah terlebih dahulu dikontribusikan, terdapat berbagai pelajaran dan faedah yang dapat kita petik kemudian dipahami, dipelajari dan diamalkan. Sehingga kisah ini bukan hanya menjadi pengantar tidur ataupun pengetahuan belaka namun memberikan manfaat bagi kehidupan kita di dunia dan akhirat. Amiin<br />
<span id="more-71"></span>Di antara rentang waktu tertentu Alloh menyiapkan orang-orang yang menegakkan menara agamanya dan menyebarkannya di muka bumi. Sebagaimana Dia menyiapkan pemuda ini untuk menjadi sebab berimannya kaumnya. Hal seperti ini terjadi pula pada umat ini dalam bentuk yang lebih agung dan lebih besar. Alloh telah menyiapkan orang-orang yang menyebarkan, menjaga, dan membela agamanya.</p>
<p align="justify">Raja memilih pemuda ini untuk dididik menjadi penyihir  yang dapat menopang kekuasaannya, akan tetapi Alloh menghendakinya menjadi seorang dai shalih yang menghancurkan kerajaannya dan memberi petunjuk manusia kepada agama yang benar. Dan hal ini mengandung pelajaran bagi orang-orang yang mengambil pelajaran. Alloh menyiapkan untuk agama-Nya orang-orang yang tumbuh di rumah para thaghut agar mereka menjadi dai-dai pemberi petunjuk.</p>
<p>Iman tidak memerlukan waktu yang lama untuk bersemayam di dalam jiwa dan hidup di dalam hati. Kaum pemuda itu yang rela dengan siksa Neraka dunia, maka iman mereka hanya berlangsung beberapa saat saja. Sama dengan mereka adalah para tukang sihir Fir&#8217;aun. Ancaman siksa Fir&#8217;aun tidak menyurutkan mereka dari iman.</p>
<p>Kadangkala Alloh menampakkan karomah melalui sebagian wali-Nya untuk mendukungnya dengannya dan meneguhkan iman dan keyakinannya. Pemuda ini bukanlah sembarang pemuda. Alloh telah menjawab doanya sehingga binatang itu mati karenanya. Alloh menyembuhkan orang buta dan berpenyakit sopak melalui tangan sang pemuda, juga mengobati orang-orang sakit. Alloh menjawab doanya sehingga dia terbebas dari usaha pembunuhan dan justru bala tentara raja yang diperintahkan untuk membunuhnya, merekalah yang mati.</p>
<p>Mengorbankan jiwa fi sabilillah bukan sedikit pun termasuk bunuh diri. Pemuda ini membeberkan cara yang dengannya raja bisa membunuhnya. Sebagian dari orang-orang mukmin ada yang dilempar ke dalam api, ada pula yang terjun sendiri. Tujuan mereka bukanlah bunuh diri, akan tetapi hal itu mengandung penghinaan kepada para thaghut dan keridhaan dari Rabbul alamin.</p>
<p>Kuatnya permusuhan orang-orang kafir terhadap orang-orang mukmin. Raja dan bala tentaranya telah menggergaji penasihatnya dan pendeta, lalu mereka membakar manusia dengan api.</p>
<p>Penjagaan Alloh terhadap para wali-Nya dan penghinaan-Nya terhadap musuh-musuh-Nya. Alloh telah menjaga pemuda ini dari usaha pembunuhan, menjawab doanya, dan membinasakan orang-orang yang hendak mencelakainya.</p>
<p>Kewajiban sabar atas cobaan yang menimpa pada jalan Alloh sebagaimana sikap pendeta, penasihat raja, dan pemuda ini yang bersabar sebagaimana orang-orang mukmin dibakar api dengan kesabaran.</p>
<p>Dibolehkan berdusta dalam perang dan yang sejenisnya. Pendeta ini menunjukkan kepada pemuda itu cara menjawab penyihir jika dia menanyakan keterlambatannya dan cara menjawab keluarganya jika dia menanyakan keterlambatannya.</p>
<p>Alloh menampakkan kepada orang-orang zhalim akan kelemahan dan ketidakmampuan mereka. Pemuda ini telah membuat raja pengklaim ketuhanan ini benar-benar mati kutu. Dia tidak mampu membunuhnya, walaupun dia sangat lalim dan bengis. Kelemahananya semakin kentara manakala dia menuruti petunjuk pemuda itu agar bisa membunuhnya.</p>
<p>Penegak akidah terkadang melemah dalam memikul siksaan. Karena kerasnya penyiksaan, dia mungkin membocorkan rahasia yang semestinya tidak boleh dibocorkannya. Di bawah kerasnya siksaan, penasihat raja yang sembuh dari kebutaan itu menunjuk nama si pemuda. Begitu pula si pemuda, dia menyebut nama pendeta ketika berada di bawah kerasnya siksaan. Walaupun demikian, pengakuan ini tidak menurunkan kedudukan keduanya. Keduanya memikul siksaan yang menjadi sebab kematian mereka manakala keduanya diminta untuk mundur dari akidah dan kafir kepada Alloh.</p>
<p>Murid bisa saja afdhal dari gurunya. Pemuda ini mewujudkan apa yang tidak diwujudkan oleh pendeta, namun pemuda itu menjadi seperti itu karena petunjuk pendeta.</p>
<p>Hadis ini membantah orang-orang yang mengklaim bahwa berbuat baik tidak akan bermanfaat dalam dakwah kepada Alloh dan bahwa kewajiban kaum muslimin adalah menegakkan hukum Islam. Adapun menyibukkan diri dengan memberi makan orang yang lapar, memberi pakaian kepada orang telanjang, membangun masjid-masjid dan rumah-rumah sakit, maka semua itu sia-sia belaka. Hadis ini membantah mereka. Alloh telah membuat pemuda ini mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti kebutaan dan penyakit sopak. Hal itu menjadikan orang-orang berkait dengannya dan menerima dakwahnya.</p>
<p>Di muka bumi terdapat para raja lalim yang mengklaim diri sebagai tuhan. Mereka mengiklankan diri mereka sebagai tuhan lain selain Alloh, seperti Fir&#8217;aun, Namrud, dan raja bengis yang membakar orang-orang mukmin.</p>
<p>Para penyokong kejahatan selalu berusaha agar kejahatan mereka berlangsung terus sesudah mereka, seperti penyihir ini yang berusaha mewariskan ilmunya yang rusak agar tetap hidup dan menyesatkan manusia.</p>
<p>(Sumber Rujukan: <em>Shahih al-</em><em>Qashash</em>, DR. Umar Sulaiman Al-Asyqar.)
<p>Disalin dari: <a href="http://www.arsipmoslem.wordpress.com/">Arsip Moslem Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tsaqofah.wordpress.com/71/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tsaqofah.wordpress.com/71/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsaqofah.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsaqofah.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsaqofah.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsaqofah.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsaqofah.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsaqofah.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsaqofah.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsaqofah.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsaqofah.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsaqofah.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsaqofah.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsaqofah.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsaqofah.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsaqofah.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=71&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/pelajaran-dan-faedah-kisah-ashabul-ukhdud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/406628410a46c869631bdf95473ff393?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teman Sejati bukan Diukur Materi</title>
		<link>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/teman-sejati-bukan-diukur-materi/</link>
		<comments>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/teman-sejati-bukan-diukur-materi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 09:38:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>madah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Al Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Rindu]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Salim]]></category>
		<category><![CDATA[Segar Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyahtun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Tombo Ati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/teman-sejati-bukan-diukur-materi/</guid>
		<description><![CDATA[Makkah mulanya adalah kota kecil yang sejak dulu dikenal sebagai kota transit perdagangan. Penduduknya dikenal sangat piawai berbisnis. Dari sini lahir beberapa konglomerat multinasional pada zamannya. Berkaitan dengan sukses usaha mereka, Alloh Azza wa Jalla telah mencatatnya dalam al-Qur&#8217;an, &#8220;Karena kebiasaan orang-orang Qurasy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.&#8221; (QS. Al-Quraisy: 1-2) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=70&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Makkah mulanya adalah kota kecil yang sejak dulu dikenal sebagai kota transit perdagangan. Penduduknya dikenal sangat piawai berbisnis. Dari sini lahir beberapa konglomerat multinasional pada zamannya. Berkaitan dengan sukses usaha mereka, Alloh <em>Azza wa Jalla</em> telah mencatatnya dalam al-Qur&#8217;an, <em>&#8220;Karena kebiasaan orang-orang Qurasy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.&#8221; </em>(QS. Al-Quraisy: 1-2)<br />
<span id="more-70"></span>Ada beberapa konglomerat yang sangat dikenal pada saat itu. Satu di antaranya adalah Khadijah, istri Rasululloh <em>shallallahu alaihi wasalam </em>sendiri. Modal Khadijah membengkak berlipat-ganda setelah perusahaannya dimanajeri oleh Pemuda Muhammad. Akhirnya kedua insan itu menikah. Lalu jadilah suami-istri ini dikenal luas sebagai pedagang yang sukses.</p>
<p align="justify">Selain Khadijah, ada lagi konglomerat sukses bernama Uqbah bin Abi Mu&#8217;ith. Ia dikenal sebagai pengusaha multinasional. Pada musim panas, ia berdagang ke negara-negara di sebelah utara (Syam). Sedangkan pada musim dingin, ia berdagang di negara-negara selatan (Yaman).</p>
<p>Sebagai bisnisman, Uqbah menjalin hubungan yang akrab dengan semua kolega dan relasinya. Untuk itu ia tak segan-segan untuk mengeluarkan biaya dari sakunya sendiri. Kadang mentraktir makan teman bisnisnya, tak jarang mengundang makan-makan dalam acara tasyakuran. Dalam acara ini biasanya ia mengundang para tokoh masyarakat, baik dari kalangan pengusaha maupun tokoh berpengaruh lainnya.</p>
<p>Dalam suatu perjamuan makan, Uqbah mengundang Rasululloh<em> shallAllohu alaihi wasalam</em> sendiri dalam kapasitasnya sebagai tokoh masyarakat yang berpengaruh. Kesempatan ini dimanfaatkan Rasululloh <em>shallAllohu alaihi wasalam</em> sendiri  untuk berdakwah. Ketika hidangan sudah tersedia, Rasululloh <em>shallAllohu alaihi wasalam </em>sendiri  berkata, &#8220;Wahai Uqbah, saya tidak akan makan hidangan anda sampai anda bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh, dan saya adalah Rasul-Nya.&#8221; Secara spontan Uqbah menyanggupinya, dan tak lama kemudian<strong> ia mengucapkan dua kalimah syahadah di hadapan orang banyak. Uqbah telah masuk Islam.</p>
<p></strong>Mengetahui keislaman Uqbah ini, teman-teman bisnisnya banyak yang terkejut. Salah satu di antaranya adalah Ubay bin Khalaf. Ia menanyakan kebenaran berita itu. Ia berkata, &#8220;Kamu sudah rusak, hai Uqbah.&#8221;</p>
<p>Apa jawab Uqbah? &#8220;Demi Alloh, aku tidak rusak. Aku lakukan hal itu karena pada perjamuan makan itu ada seorang tamu. Ia tidak mau menyentuh makananku sebelum aku bersaksi di hadapannya. Aku malu jika ada tamu yang keluar dari rumahku sementara ia belum memakan hidanganku.&#8221;</p>
<p>Memahami sikap koleganya seperti ini, Ubay malah memanfaatkan situasi. Ia katakan kepada Uqbah, &#8220;Aku tidak rela. Aku tidak ingin melanjutkan hubungan perdagangan ini denganmu sampai kamu menyatakan keluar dari agama Muhammad. Nyatakan hal itu di hadapannya. Caci maki dia di hadapan orang banyak. Satu lagi, ludahi wajahnya.&#8221;</p>
<p>Uqbah terkejut. Ia tidak menyangka jika kesaksiannya di hadapan Muhammad akan berakibat fatal seperti ini. Sebagai pebisnis tulen, ia hanya mau tahu keuntungan. Dalam kepalanya, semua kegiatannya dihitung berdasarkan untung rugi. Ia rela mengeluarkan biaya besar dalam acara tersebut tak lain bertujuan untuk menjalin relasi bisnis, yang ujung-ujungnya adalah laba bisnis. Rumus bisnis telah tertanam di kepalanya, yaitu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.</p>
<p>Orang semacam Uqbah ini pada dasarnya tidak mempunyai agama dan ideologi. Keuntungan itulah ideologinya. Ia tak pernah peduli apa agama yang dipeluk seseorang. Yang penting baginya adalah bisnisnya aman. Siapa saja yang bisa diajak bisnis dan menguntungkan, diajaknya berteman. Saudara dekatnya sendiri jika tidak bisa diajak bisnis tak akan diajak berteman. Dalam menjalin relasi ia tak peduli apakah seorang Nasrani, Yahudi, Majusi, atau Islam.</p>
<p>Setelah menghitung untung-ruginya secara matang, atas desakan Ubay, akhirnya ia menemui Rasululloh <em>shallallahu alaihi wasalam</em>. Di hadapan Rasululloh <em>shallallahu alaihi wasalam </em>sendiri ia menyatakan keluar dari Islam. Iapun mencaci-maki dan tak lupa meludahi wajah beliau yang suci. Atas perlakuan ini Rasululloh <em>shallallahu alaihi wasalam </em>bersabda, yang artinya: <em>&#8220;Kelak engkau akan keluar dari Makkah dari bukit sebelah itu, dan aku akan menyambutmu dari bukit sebelah itu. Pada saat itu engkau menyesali perbuatanmu.&#8221; Dalam riwayat yang lain, ludahnya kembali ke wajahnya dan membakar pipinya. Luka bakar pipinya itu tak pernah sembuh sampai dibawa ke liang kuburnya.</p>
<p></em>Apa yang dikatakan Rasululloh<em>shallallahu alaihi wasalam </em>sendiri semuanya benar. Uqbah keluar dari Makkah, ikut perang Uhud. Dalam peperangan itu ia tertawan. Tangannya terbelenggu dan lehernya dipancung. Ia menyesal atas perlakuannya yang lebih memilih kawan bisnis daripada kawan yang sebenarnya. Agar peristiwa ini dijadikan ibrah dan pelajaran yang berharga bagi kaum muslimin, maka Alloh <em>Azza wa Jalla</em> mengabadikannya dalam sebuah firman-Nya, yang artinya: <em>&#8220;Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, &#8216;Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al-Qur&#8217;an setelah al-Qur&#8217;an itu telah datang kepadaku.&#8217; Dan adalah syetan itu tidak mau menolong manusia.&#8221; </em>(QS. Al-Furqaan: 27-28)</p>
<p>Sejarah memang terus berulang. Apa yang terjadi saat ini sesungguhnya merupakan pengulangan sejarah masa lalu. Isi dunia dari dulu hinga sekarang tetap, tak mengalami perubahan. Yang pasti di dunia ini selalu ada dua hal yang berpasangan. Ada baik, ada buruk. Ada orang yang berwatak dan berakhlaq mulia, dan ada pula yang berwatak jahat. Itulah isi dunia.</p>
<p>Empat belas abad yang lampau sudah ada orang yang bernama Uqbah, yang ideologinya uang. Pada masa kini, prinsip Uqbah sudah beranak bercucu. Jumlahnya meningkat karena mengalami proses perkembangbiakan yang luar biasa.</p>
<p>Di saat materi menjadi isme, ajaran, dogma, dan nilai yang dijadikan sebagai alat ukur dan barometer keberhasilan seseorang, maka meteri menjadi sentral kehidupan. Secara berkelakar pernah seorang pakar dalam sebuah diskusi yang diliput 4 televisi swasta mengatakan, &#8220;Untuk sukses saat ini diperlukan 4 hal, yaitu: Satu, duit. Dua, uang. Tiga, fulus. Empat, money.&#8221;</p>
<p>Orang tidak lagi mengenal tetangga rumahnya, sebab persahabatan di dunia sekarang, utamanya di kota-kota besar hanya didasarkan pada uang. Teman, kenalan, sahabat bukan di rumah, tapi di kantor, di pasar, di gedung-gedung bertingkat.</p>
<p>Suatu ketika ada seorang meninggal dunia. Para tetangganya tidak tahu. Meskipun yang ikut merawat dan memakamkannya banyak, tapi semuanya adalah kolega kerjanya. Begitulah gambaran pergaulan manusia sekarang. Bila ada yang sakit, yang datang menjenguk bukan tetangga dekatnya, bukan pula saudaranya yang karena sibuk mencari uang mereka terpencar entah di mana. Yang datang menjenguk lagi-lagi adalah teman sekantor, teman sekerja, kolega usaha, paling jauh anggota jama&#8217;ahnya, itupun kalau ada.</p>
<p><strong>Pertemanan yang didasarkan atas kepentingan ekonomi sebenarnya boleh-boleh saja. Rasululloh <em>shallallahu alaihi wasalam </em>tidak melarangnya. Akan tetapi jika pertemanan ini harus mengorbankan aqidah, syari&#8217;ah dan akhlaq, maka sebaiknya dihindari saja.</strong> Pertemanan semacam ini hanya membawa manusia kepada kebinasaan, kehancuran, dan kehinaan di sisi Alloh <em>Azza wa Jalla</em>. Tentang masalah pertemanan ini Alloh <em>Azza wa Jalla</em> telah memberikan bimbingan kepada kita melalui firman-Nya, yang artinya: <em>&#8220;Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.&#8221;</em> (QS. Al-Kahfi: 28)</p>
<p>Kita dibebaskan untuk memilih teman, koneksi, kolega, baik secara pribadi-pribadi maupun secara institusi. Tapi satu hal yang pasti, <strong>hendaknya kita lebih memilih teman dan sahabat yang sejati, yang selalu mengajak kita menghadapkan wajah dan pikiran kepada Alloh<em> Azza wa Jalla</em>.</p>
<p></strong>Boleh jadi berteman dengan mereka tidak mendatangkan keuntungan materi yang bisa dinikmati dalam jangka pendek, tapi bersama mereka kita akan meraih keuntungan besar dalam jangka panjang. <em>Wallahu A&#8217;lam</p>
<p></em><strong>ID PENULIS: Muslim Pejuang (Telah diedit seperlunya oleh Kontributor)</strong>
<p>Disalin dari: <a href="http://www.arsipmoslem.wordpress.com/">Arsip Moslem Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tsaqofah.wordpress.com/70/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tsaqofah.wordpress.com/70/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsaqofah.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsaqofah.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsaqofah.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsaqofah.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsaqofah.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsaqofah.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsaqofah.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsaqofah.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsaqofah.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsaqofah.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsaqofah.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsaqofah.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsaqofah.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsaqofah.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=70&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/teman-sejati-bukan-diukur-materi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/406628410a46c869631bdf95473ff393?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tabahlah Menghadapi Musibah!</title>
		<link>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/tabahlah-menghadapi-musibah/</link>
		<comments>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/tabahlah-menghadapi-musibah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 09:37:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>madah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Al Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Rindu]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Salim]]></category>
		<category><![CDATA[Segar Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyahtun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Tombo Ati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/tabahlah-menghadapi-musibah/</guid>
		<description><![CDATA[Alloh ‘Azza wa Jalla telah menetapkan takdir dan ajal seluruh makhluk-Nya, mengatur dan menentukan segala amal perbuatan serta tindak-tanduk mereka. Lalu Alloh ‘Azza wa Jalla membagi-bagikan rezeki dan harta duniawi kepada mereka. Alloh ‘Azza wa Jalla menciptakan kehidupan dan kematian sebagai ujian, siapa di antara mereka yang terbaik amalannya. Alloh ‘Azza wa Jalla juga menjadikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=69&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Alloh<em> ‘Azza wa Jalla</em> telah menetapkan takdir dan ajal seluruh makhluk-Nya, mengatur dan menentukan segala amal perbuatan serta tindak-tanduk mereka. Lalu Alloh<em> ‘Azza wa Jalla</em> membagi-bagikan rezeki dan harta duniawi kepada mereka. Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em> menciptakan kehidupan dan kematian sebagai ujian, siapa di antara mereka yang terbaik amalannya. Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em> juga menjadikan iman terhadap qadha dan takdir-Nya sebagai salah satu rukun iman. Setiap sesuatu yang bergerak atau berdiam di langit dan di bumi, pasti menuruti kehendak dan keinginan Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em><em><br />
</em><span id="more-69"></span><strong>Dunia ini sarat dengan kesulitan dan kesusahan, diciptakan secara fitrah untuk dipenuhi dengan beban dan ancaman, aral rintangan serta berbagai cobaan. Tak ubahnya dingin dan panas, yang memang harus dirasakan oleh para hamba-Nya.</strong> Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em> berfirman yang artinya: <em>“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”</em> (QS. Al-Baqarah: 155)</p>
<p align="justify">Berbagai musibah itu adalah batu ujian, untuk menentukan siapa di antara hamba-Nya yang benar dan yang tidak benar. Alloh <em>‘Azza wa Jalla </em>berfirman yang artinya: <em>“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” </em>(QS. Al-Ankabut: 2)</p>
<p>Jiwa manusia itu hanya dapat menjadi suci, setelah ditempa. Ujian dan cobaan, akan memperlihatkan kesejatian seseorang. Ibnul Jauzi mengungkapkan: “Orang yang ingin mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan abadi tanpa ujian dan cobaan, berarti ia belum mengenal ajaran Islam dan tidak mengenal arti pasrah diri kepada Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em>.”</p>
<p>Setiap orang pasti akan merasakan susah, mukmin maupun kafir. Hidup ini memang dibangun di atas berbagai kesulitan dan marabahaya. Maka janganlah seseorang membayangkan bahwa dirinya akan terbebas dari kesusahan dan cobaan. Cobaan adalah lawan dari tujuan dan memang bertentangan dengan angan-angan dan kesenangan menikmati kelezatan hidup. Setiap orang pasti merasakannya, walau dengan ukuran yang berbeda, sedikit atau banyak. Seorang mukmin diberi ujian sebagai tempaan baginya, bukan siksaan. Terkadang cobaan itu ada dalam kesenangan, terkadang juga ada dalam kesusahan. Alloh berfirman yang artinya: <em>“Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran…”</em> (QS. Al-A’raaf: 168)</p>
<p>Satu hal yang dibenci kadang mendatangkan kesenangan, satu hal yang disukai kadang mendatangkan kesusahan. Janganlah merasa aman dengan kesenangan, karena bisa saja ia menimbulkan kemudaratan. Janganlah merasa putus asa karena kesulitan, karena bisa jadi akan mendatangkan kesenangan. <em>Alloh ‘Azza wa Jalla</em> berfirman yang artinya: <em>“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”</em> (QS. Al-Baqarah: 216)</p>
<p>Segala cobaan itu ada batasnya di sisi Alloh. Jangan mengucapkan kata-kata makian, karena satu kata yang mengalir dari lidah, dapat membinasakan seseorang. Seorang mukmin yang kuat akan tegar menghadapi beban berat. Hatinya tidak akan berubah dan lisannya tidak akan mengutuk. Redamlah musibah itu dengan mengingat janji pahala dan kemudahan dari Alloh, sehingga cobaan itu berlalu tanpa kita mengutukinya. Orang-orang berakal selalu menunjukkan ketegaran dalam menghadapi musibah, agar mereka tidak mendapatkan ejekan musuh-musuh mereka. Karena bila mereka menampakkan musibah itu, para musuh mereka akan merasa senang dan gembira. Sebaliknya, menutup-nutupi musibah dan derita kelaparan adalah sifat orang-orang mulia. Ketabahan akan membendung bencana. Demikian cepatnya bencana itu berlalu, bila dihadapi dengan ketabahan. Paling kita hanya harus tabah menghadapi hari-hari yang pendek dalam hidup kita. Orang-orang yang binasa mengalami kebinasaan mereka hanya karena mereka tidak memiliki ketabahan. Orang-orang yang tabah, akan mendapatkan pahala terbaik. Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em> berfirman yang artinya:<em> “Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”</em> (QS. An-Nahl: 96). Dan Firman Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em> yang artinya: <em>“Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kabaikan, dan sebagian dari apa yang kami rizkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.” </em>(QS. Al-Qashash: 54)</p>
<p>Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em> tidak pernah menahan sesuatu untukmu, wahai orang yang tertimpa musibah, melainkan karena Alloh akan memberimu sesuatu yang lain. Alloh hanya mengujimu, untuk memberikan keselamatan kepadamu. Alloh hanya memberimu cobaan, untuk membersihkan dirimu. Selama masih ada umur, rezeki pasti akan datang Firman Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em> yang artinya: <em>“Tidak ada yang melata di bumi ini melainkan rezekinya ada di sisi Alloh.” </em>(QS. Huud: 6)</p>
<p>Bila dengan kebijaksanaan-Nya, Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em> menutup sebagian rezeki, pasti Alloh akan membukakan pintu rezeki yang lain yang lebih bermanfaat. Cobaan, justeru akan mengangkat derajat orang-orang shalih dan meningkatkan pahala mereka.</p>
<p>Saad bin Abi Waqqash mengungkapkan: “Aku pernah bertanya,<em> “Wahai Rasululloh! Siapakah orang yang paling berat cobaannya?” Beliau menjawab: “Para nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian yang sesudah mereka secara berurut menurut tingkat keshalihannya. Seseorang akan diberi ujian sesuai dengan kadar agamanya. Bila ia kuat, akan ditambah cobaan baginya. Kalau ia lemah dalam agamanya, akan diringkankan cobaan baginya. Seorang mukmin akan tetap diberi cobaan, sampai ia berjalan di muka bumi ini tanpa dosa sedikitpun.” </em>(HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Seorang ulama mengungkapkan: “Orang yang diciptakan untuk masuk Surga, pasti akan merasakan banyak kesulitan. Musibah yang sesungguhnya adalah yang menimpa agama seseorang. Sementara musibah-musibah selain itu merupakan jalan keselamatan baginya. Ada yang berfungsi meningkatkan pahala, ada yang menjadi pengampun dosa. Orang yang benar-benar tertimpa merana adalah mereka yang terhalang dari mendapatkan pahala.</p>
<p>Tidak usah risau dengan hilangnya sebagian dunia. Karena keberadaannya hanyalah satu kejadian, membicarakan dunia justeru menimbulkan kesedihan, jalan-jalan untuk mendapatkannya sarat dengan duka. Dalam mencari dunia, manusia akan tersiksa sebatas rasa dukanya. Orang yang senang mendapatkan dunia pada hakikatnya adalah orang yang sedih. Berbagai kepedihan bermunculan dari kenikmatan dunia. Berbagai kesedihan justeru lahir dari kesenangan dunia.</p>
<p>Abu Darda menyatakan: “Di antara bentuk kehinaan dunia di hadapan Alloh adalah bahwa manusia berbuat maksiat selama ia di dunia, dan ia hanya bisa menggapai apa yang ada di sisi Alloh dengan meninggalkan dunia. Maka hendaknya engkau menyibukkan diri dengan hal yang lebih berguna bagimu untuk mengambil kembali yang mungkin hilang darimu, yakni dengan cara memperbaiki kekeliruan, memaafkan kesalahan orang, dan mendekati pintu Ar-Rabb. Dengan itu, engkau akan melihat betapa cepatnya musibah yang menimpamu itu menghilang. Kalau bukan karena kesusahan, engkau tidak bisa mengharapkan saat-saat senang. Hilangkan hasrat terhadap yang menjadi milik orang, niscaya engkau akan menjadi yang terkaya. Jangan berputus asa, karena itu membawa kehinaan. Ingatlah nikmat Alloh yang banyak kepadamu. Tepislah segala kesedihan dengan ridha terhadap takdir dan dengan shalat di malam yang panjang. Bila sudah habis malam, masih ada subuh yang datang menjelang. Akhir kesedihan adalah awal kebahagiaan. Masa tidak akan berdiam dalam satu kondisi, namun terus berganti. Segala kesulitan, pasti akan berangsur hilang. Jangan putus asa hanya karena musibah yang datang bertubi-tubi. Satu kesulitan, akan dikalahkan oleh dua kemudahan. Merunduklah kepada Alloh, pasti kesulitanmu akan sirna selekasnya. Setiap orang yang penuh dengan ketabahan, pasti akan mendapatkan jalan keluar. ” <em>wallohu a&#8217;lam</em>.</p>
<p>(Sumber dari: buletin Darul Qasim, Riyadh, <em>“ila ahlil masa’ib wal ahzan”</em>, petikan khutbah Asy-Syaikh Dr. Abdul Muhsin Al-Qasim -imam dan khatib di Masjid Nabawi-)
<p>Disalin dari: <a href="http://www.arsipmoslem.wordpress.com/">Arsip Moslem Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tsaqofah.wordpress.com/69/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tsaqofah.wordpress.com/69/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsaqofah.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsaqofah.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsaqofah.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsaqofah.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsaqofah.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsaqofah.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsaqofah.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsaqofah.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsaqofah.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsaqofah.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsaqofah.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsaqofah.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsaqofah.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsaqofah.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=69&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/tabahlah-menghadapi-musibah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/406628410a46c869631bdf95473ff393?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang yang takut (Khouf) kepada Alloh</title>
		<link>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/orang-yang-takut-khouf-kepada-alloh/</link>
		<comments>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/orang-yang-takut-khouf-kepada-alloh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 09:29:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>madah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Al Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Rindu]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Salim]]></category>
		<category><![CDATA[Segar Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyahtun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Tombo Ati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/orang-yang-takut-khouf-kepada-alloh/</guid>
		<description><![CDATA[Khouf adalah cambuk Alloh Subhanahu wa Ta’ala untuk menggiring hamba-hamba-Nya menuju ilmu dan amal agar mereka mendapatkan kedekatan dengan Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Khouf inilah yang mencegah dan menjahui setiap diri dari perbuatan maksiat dan mengikatnya dengan bentuk-bentuk ketaatan kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Ketika seorang hamba kekurangan khouf kepada Alloh, maka akan mengakibatkan ke-lupa-an dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=68&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Khouf adalah cambuk Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> untuk menggiring hamba-hamba-Nya menuju ilmu dan amal agar mereka mendapatkan kedekatan dengan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Khouf inilah yang mencegah dan menjahui setiap diri dari perbuatan maksiat dan mengikatnya dengan bentuk-bentuk ketaatan kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. <strong>Ketika seorang hamba kekurangan khouf kepada Alloh, maka akan mengakibatkan ke-lupa-an dan keberanian untuk berbuat dosa. Dan Sebaliknya terlalu berlebihan dalam khouf akan menyebabkan putus asa-putus harapan.<br />
</strong><span id="more-68"></span>Khouf kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>  bisa lahir dari ma’rifah kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>  dan ma’rifah kepada sifat-sifatNya. Khouf bisa juga lahir dari perasan banyaknya dosa yang telah diperbuat oleh seorang hamba. Juga terkadang khouf lahir dari keduanya.</p>
<p align="justify">Sesungguhnya yang alim itu hanyalah yang takut kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Hal itu karena Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman, yang artinya: ”<em>Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.</em> (QS. Fathir: 28)</p>
<p>Orang yang takut kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> bukanlah orang yang menangis dan bercucuran air matanya. Tetapi ia adalah orang yang meninggalkan perbuatan-perbuatan yang ia khawatirkan hukumannya.</p>
<p>Dzun Nun al-Mishriy pernah ditanya, “Kapankah seorang hamba itu takut kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>?” Ia menjawab, “Jika ia mendudukkan dirinya sebagai orang sakit yang menahan didi(dari berbagai hal) khawatir jika sakitnya berkepanjangan.”</p>
<p>Abul Qasim al-Hakim bertutur, “Siapa yang takut terhadap sesuatu ia akan lari darinya. Tetapi siapa yang takut kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> ia justru lari untuk mendekatinya.”</p>
<p>Fudlail bin ‘Iyadl berujar,”Jika kamu ditanya, ‘Apakah kamu takut kepada Alloh?’, maka diamlah, jangan menjawab! Sebab jika kamu jawab ‘ya’, kamu telah berdusta. Sedangkan jika kamu jawab ‘tidak’, maka kamu telah kafir!!!”</p>
<p>Khauf akan membakar syahwat yang diharankan, sehingga kemaksiatan yang dulu disukai menjadi di benci. Seperti madu, orang yang suka pun menjadi tidak suka jika tahu madu itu mengandung racun. Syahwat terbakar oleh khauf. Anggota badan pun jadi beradab. Dan hati pun diliputi rasa khusyu’ dan tenang, jauh dari kesombongan, iri, dan dengki. Bahkan ia mampunmenguasi segala kegundahan dan tahu bahayanya. Maka ia tidak pernah pindah kepada selainNya. Tiada lagi keibukannya selain usaha mendekatkan diri , muhasabah, mujahadah, dan memperhitungkan setiap desah nafas dan waktunya.</p>
<p>Ia selalu waspada terhadap segala pikiran, langkah, dan kalimat yang keluar dari dirinya. Keadaannya seperti dalam cengkeraman binatang buas. Ia tidak tahu apakah binatang itu lengah sehingga ia bisa melepaskan diri, atau sebaliknya ia justru menerkamnya maka hancurlah ia. Lahir dan batinnya disibukkan oleh sesuatu yang ia takutkan, tidak ada tempat bagi yang lain disana. Beginilah keadaan orang yang diliputi khauf</p>
<p><strong>KEUTAMAAN KHAUF</strong></p>
<p>Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> menyediakan petunjuk, rahmat, ilmu, dan keridhoan bagi hamba yang khauf kepadaNya. Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami&#8221;</em> (QS. Al-A’raf: 156)</p>
<p><em>“&#8230;.. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada RabbNya&#8221;</em> (QS. Al-Bayyinah: 8)</p>
<p>Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>memerintahkan khauf, dan menjadikannya syarat iman. “&#8230;&#8230;. Dan takutlah kalian kepadaKu, jika kalian benar-benar beriman.! (QS. Ali Imran: 175).</p>
<p>Yahya bin Mu’adz berkata, “Jika seorang mukmin melakukan suatu kemaksiatan, ia pasti menindaklanjutinya dengan salah satu dari dua hal yang akan menghantarkannya ke surga; takut akan siksa dan harapan akan ampunan.”</p>
<p><strong>DALIL-DALIL TENTANG KHAUF<br />
</strong><br />
Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut kepada Robb mereka. Dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Rabb mereka. Dan orang-orang yang tidak menyekutukan Rabb mereka (sesuatu pun). Dan orang-orang yang telah memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut,(karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka. Mereka itulah orang-orang yang bersegera untuk berbuat kebaikan, dan merekalah orang-orang yang pertama-tama memperolehnya.”</p>
<p>Imam Tirmidziy meriwayatkan, Aisyah berkata,<em>” Aku pernah bertanya kepada Rasulullah tentang ayat ini, apakah yang dimaksud disini orang-orang yangmeminum arak, berzina dan mencuri?” Rasululloh saw menjawab, “Bukan begitu, wahai puti as-Shiddiq. Tetapi mereka orang-orang yang berpuasa, sholat, dan bersedekah. Mereka takut jika amalannya tidak diterima. Merekalah yang bersegera dalam kebaikan.” </em>(Hadits shohih riwayat at-Tirmidiy Kitaabut-tafsir IX/19, al-Hakim at-Tafsir II/393 menyatakannya shohih dan disepakati oleh adz-Dzahabiy).</p>
<p>Abdullah bin as-Syikhiir meriwayatkan bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>jika memulai sholat terdenagrlah dari dada beliau gemuruh seperti suara air yang mendidih dalam bejana.</p>
<p>Siapapun yang mencermati kehidupan para sahabat dan para salafus-sholih pasti akan mendapati betapa mereka berada di puncak khauf. Adapun kita, semuanya benar-benar lalai, alpa, dan merasa aman dari adzab.</p>
<p>Abu Bakr as-Shiddiq berkata, “Duhai, seandainya aku adalah sehelai rambut yang tumbuh di tubuh seorang mukmin.” Adalah beliau bila berdiri sholat, tak ubahnya seperti sebatang kayu (tidak bergerak) karena takut kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>.</p>
<p>Umar bin Khatthab pernah membaca surat at-Thuur. Ketika sampai pada ayat yang artinya: <em>&#8220;Sungguh, adzab Rabbmu pasti benar-benar terjadi&#8221;</em> (QS. Ath-Thuur : 7)</p>
<p>Beliau menangis dan semakin menghebat tangis beliau sampai beliau sakit, dan orang-orang pun menjenguk beliau.</p>
<p>Adalah pada wajah beliau ada dua gais hitam lantaran banyak menangis. Kepadanya Abdullah bin ‘Abbas pernah berkata, “Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>telah meramaikan berbagai kota dan membukakan berbagai negri dengan tanganmu.” Mendengar itu Umar berkata, “Aku ingin kalau bisa meninggalkan dunia ini tanpa pahala dan tanpa dosa.”</p>
<p>Suatu pagi, seusai melaksanakan sholat shubuh, dengan bermuran durja dan membolak-balikkan telapak tangannya, ‘Ali bin Abu Thalib berkata, “Sungguh aku pernah melihat para sahabat Nabi. Pada hari ini aku tidak melihat sesuatu pun yang nenyerupai mereka. Di pagi hari mereka nampak kusut, pucat dan berdebu. Di antara dua mata mereka seperti ada lutut kambing. Mereka menghabiskan malam dengan bersujud dab berdiri membaca ayat-ayat Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Gerakan mereka hanyalah antara kening dan kaki. Bila pagi tiba mereka pun berdzikir kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, bergemuruh seperti pepohonan tertiup angin yang kencang. Mata mereka bercucuran air mata sampai-sampai pakaian mereka basah karenanya. Demi Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala  </em>hari-hari ini sepertinya aku menghabiskan malam bersama kaum ini dalam keadaanlalai.” Lantas beliau berdiri dan sejak itu beliau tidak pernah kelihata tertawa sampai dibunuh oleh Ibnu Muljam.</p>
<p>Musa bin Mas’ud berkisah, Kla kami bermajlis dengan Sufyan ats-Tsauriy, seakan-akan neraka ada di sekitar kami. Yang demikian itu karena kami melihat beapa takut dan khawatirnya ia.</p>
<p>Seseorang menggambarkan keadaan Hasan al-Bashriy, “jika ia datang, seakan-akan ia datang dari menguburkan teman karibnya. Jika ia duduk, seakan-akan ia adalah seorang tawanan yang akan dipenggal lehernya. Jika berbicara tentang neraka, seakan-akan neraka itu hanya diciptakan untuknya.</p>
<p>Zurarah bin Abu Aufa pernah mengimami orang-orang sholat shubuh. Beliau membaca surat al-Muddatstsir. Ketika sampai pada ayat, yang artinya: <em>”Apabila sangkakala telah ditiup. maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit&#8221;</em> (QS. Al-Muddatstsir : 8-9)</p>
<p>Beliau terisak-isak dan lalu meninggal dunia. (lihat al-‘ibar,adz-Dzahabiy I/109).</p>
<p>Abdullah bin Amr bin ‘Ash bertutur, “Menangislah! Jika tidak bisa maka usahakan untuk menangis. Demi Alloh, jika salah seorang di antara kalian benar-benar mengerti, pastilah ia akan berteriak sekeras-kerasnya sampai hilang suaranya, dan akan sholat sampai patah tulang punggungnya.</p>
<p>(Dikutip dari: <font face="Arial" size="2">Tazkiyah an-Nafs, Oleh Al-Imam  Ibnu Qayyim al-Jauziyyah &amp; Al-Imam Ibnu Rajab al-Hambali</font>)
<p>Disalin dari: <a href="http://www.arsipmoslem.wordpress.com/">Arsip Moslem Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tsaqofah.wordpress.com/68/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tsaqofah.wordpress.com/68/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsaqofah.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsaqofah.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsaqofah.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsaqofah.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsaqofah.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsaqofah.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsaqofah.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsaqofah.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsaqofah.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsaqofah.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsaqofah.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsaqofah.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsaqofah.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsaqofah.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=68&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/orang-yang-takut-khouf-kepada-alloh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/406628410a46c869631bdf95473ff393?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang Yang Paling Bersedih</title>
		<link>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/orang-yang-paling-bersedih/</link>
		<comments>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/orang-yang-paling-bersedih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 09:29:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>madah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Al Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Rindu]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Salim]]></category>
		<category><![CDATA[Segar Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyahtun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Tombo Ati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/orang-yang-paling-bersedih/</guid>
		<description><![CDATA[Masuk ke taman orang yang mabuk keduniaan dan berjalan menyusuri jalan-jalan tersebut sangatlah mudah, tetapi keluar darinya sangat susah. Disisi lain, sakaratul-maut datang menyambut, membinasakan segala kesenangan di dunia dengan begitu cepatnya dan tiada disangka-sangka. Bila saja kita mengetahui dan meyakini apa yang terjadi setelah kematian niscaya tidak akan menganggap remeh arti kematian. Al-Hasan rodhiyallohu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=67&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>Masuk ke taman orang yang mabuk keduniaan dan berjalan menyusuri jalan-jalan tersebut sangatlah mudah, tetapi keluar darinya sangat susah. Disisi lain, sakaratul-maut datang menyambut, membinasakan segala kesenangan di dunia dengan begitu cepatnya dan tiada disangka-sangka. Bila saja kita mengetahui dan meyakini apa yang terjadi setelah kematian niscaya tidak akan menganggap remeh arti kematian.</strong><br />
<span id="more-67"></span>Al-Hasan <em>rodhiyallohu anhu </em>berkata, “Sesungguhnya Allah <em>Ta’ala</em> memerintahkan untuk taat dan Allah sendiri membantu kea rah itu. Allah juga melarang perbuatan maksiat dan membantu menumbuhkan perasaan enggan berbuat maksiat. Maka berbuatlah semampu antum untuk neraka, dan jangan jadikan itu sebagai alasan. (Az-Zahr Al-Faih)</p>
<p align="justify">Dua hal yang mampu memutuskan kelezatan dunia dari diri manusia adalah ingat kepada Allah <em>Ta’ala </em>dan ingat bagaimana kehidupan setelah kematian. Dan hamba Nya yang benar-benar meyakini kehidupan setelah kematian akan melakukan berbagai upaya yang disyariatkan Islam untuk memperoleh kelezatan yang hakiki di akhirat nanti.</p>
<p>Dan sangatlah merugi apabila kita termasuk dalam kategori yang pernah disampaikan oleh Sufyan Ats-Tsaury, “Orang yang paling menyesal di akhirat kelak ada tiga: Seseorang yang memiliki hamba yang kelak pada hari kiamat hamba tersebut membawa amal lebih baik darinya. Seseorang yang mempunyai harta, tidak menyedekahkannya lalu mati, kemudian orang lain yang mewarisinya dan bersedekah dengannya. Dan, seseorang yang berilmu tapi tidak bermanfaat, mengetahui orang lain yang sama-sama berilmu tapi bermanfaat.”</p>
<p>Dunia ini melepaskan anak panahnya kepada kita saat kondisi kita lemah dan serba terbatas. Kita menikmati kesenangan dengan rahmat yang Maha Menyayangi, <em>Robb </em>yang Maha Menyayangi dan Maha Pengampun Lagi Maha Mulia.</p>
<p>Yahya bin Mu’adz berkata,”Jika Allah mengampuniku maka Engkau adalah sebaik-baik penyayang namun jika Allah menimpakan siksa maka Engkau tidaklah Zalim” (Shifat Ash-Shafwah)</p>
<p>Semoga Allah <em>Ta’ala</em> menjadikan jalan kita di dunia ini berakhir pada surga And, dan semoga kita termasuk golongan orang yang mengumpulkan bekal di alam fana ini untuk alam yang penuh kenikmatan abadi dan perlindungan yang berkesinambungan.</p>
<p>Semoga Allah <em>Ta’ala </em>menyatukan kita semua pada lintasan rahmat-Nya dan semoga pula memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang tidak dirundung ketakutan dan kesedihan.
<p>Disalin dari: <a href="http://www.arsipmoslem.wordpress.com/">Arsip Moslem Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tsaqofah.wordpress.com/67/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tsaqofah.wordpress.com/67/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsaqofah.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsaqofah.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsaqofah.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsaqofah.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsaqofah.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsaqofah.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsaqofah.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsaqofah.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsaqofah.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsaqofah.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsaqofah.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsaqofah.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsaqofah.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsaqofah.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=67&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/orang-yang-paling-bersedih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/406628410a46c869631bdf95473ff393?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semut Yang Mendapat Petunjuk</title>
		<link>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/semut-yang-mendapat-petunjuk/</link>
		<comments>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/semut-yang-mendapat-petunjuk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 09:29:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>madah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Al Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Rindu]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Salim]]></category>
		<category><![CDATA[Segar Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyahtun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Tombo Ati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/semut-yang-mendapat-petunjuk/</guid>
		<description><![CDATA[Barangkali di antara kita menganggap remeh makhluk Alloh yang mungil ini yaitu semut. Tidak jarang kita jengkel ketika para semut mulai menggerogoti makanan atau mencicipi minuman segar yang kita simpan atau siap untuk dihidangkan dengan rapi. Dengan aktifitas semut ini, sebagian kita menganggap mereka makhluk yang selalu menyusahkan dan berbagai ekspresi lainnya. Namun pernahkah kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=66&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Barangkali di antara kita menganggap remeh makhluk Alloh yang mungil ini yaitu semut. Tidak jarang kita jengkel ketika para semut mulai menggerogoti makanan atau mencicipi minuman segar yang kita simpan atau siap untuk dihidangkan dengan rapi. Dengan aktifitas semut ini, sebagian kita menganggap mereka makhluk yang selalu menyusahkan dan berbagai ekspresi lainnya.<br />
<span id="more-66"></span><strong>Namun pernahkah kita menyadari bahwa semut terkadang lebih baik daripada segolongan manusia.</strong> Mungkin antum bertanya-tanya dan sebagian ada yang menentang perkataan ini bahkan ada yang menyatakan: “Manusia adalah makhluk Alloh <em>Subhanallohu wa Ta’ala</em> yang paling baik di dunia ini di antara berbagai makhluk Alloh lainnya apalagi jika dibandingkan dengan sekelompok semut”. Nah untuk menjawab segudang pertanyaan dan kegundahan hati kita marilah kita perhatikan kisah-kisah berikut.</p>
<p align="justify">Dari Abu Hurairah <em>rodhiyallahu anhu</em> , Rasulullah <em>shalallahu ‘alahi wa sallam</em> bersabda, yang artinya: <em>“Ada salah seorang Nabi yang singgah di bawah pohon, lalu ia digigit oleh seekor semut. Lalu ia membinasakannya dan mencari tempat persembunyian semut tersebut. Setelah itu ia menyuruh untuk membakar tempat tinggal semut tersebut. Kemudian Alloh menanyakan kepadanya “Apakah hanya karena gigitan seekor semut engkau membakar satu umat yang senantiasa bertasbih, mengapa tidak satu semut saja yang engkau bunuh?”” </em>(Shahih, HR. Bukhori dan yang lainnya)</p>
<p>Dalam kisah yang lain: Ahmad menceritakan, bahwa Waki’ memberitahukan kami, Mus’ir memberitahu kami, dari Zaid Al-Ami, dari Abu Shadiq Al-Naji. Dia bercerita, yang artinya: <em>“Sulaiman bin Dawud pernah hendak pergi mencari air (maksudnya: Sholat istisqa’, meminta hujan kepada Alloh <em>Subhanallohu wa Ta’ala</em>), lalu ia melihat seekor semut dengan bersandar ke punggungnya dan mengangkat kedua kaki depannya ke langit mengucapkan: “Sesungguhnya kami adalah salah satu makhluk dari makhluk-makhluk Mu, kami sangat butuh siraman dan rezeki Mu. Baik Engkau akan mengucurkan air dan rezeki kepada kami atau membinasakan kami. Kemudian Sulaiman bertutur (kepada kaumnya): “Kembalilah pulang, kalian akan diberi air (hujan) melalui doa dari makhluk selain kalian.” </em>(HR. Imam Ahmad)</p>
<p>Dari kisah tadi, Subhanalloh, Alloh telah memberi petunjuk kepada semut untuk senantiasa bertasbih kepada Alloh <em>Subhanallohu wa Ta’ala</em>. Ketika semut membutuhkan bantuan dan pertolongan, ia meminta kepada Alloh semata, lalu bagaimana dengan kita yang merupakan makhluk yang paling baik yang telah diciptakan Alloh <em>Subhanallohu wa Ta’ala</em>. Kita senantiasa melupakan Alloh <em>Subhanallohu wa Ta’ala</em> karena terlena dengan kenikmatan-kenikmatan dunia, jarang bersyukur atas karunia Nya, serta jarang berdo’a keapada Nya. Sebagian besar diantara kita masih saja menyekutukan Alloh <em>Subhanallohu wa Ta’ala</em> dengan meminta bantuan kepada Jin, Tukang Sihir, Para Normal, Kiyai, Orang-Orang yang Telah Meninggal, Tempat-Tempat atau Benda yang dianggap Keramat. Bahkan ketika tertimpa musibah bencana alam seperti Gempa Bumi dan Gunung Meletus, sebagian kita tetap saja melakukan ritual-ritual yang tidak ada dalam ajaran Islam serta menyekutukan Alloh <em>Subhanallohu wa Ta’ala</em>.</p>
<p>Hendaknya kita sebagai manusia merasa malu kepada semut yang selama ini kita anggap sepele, apalagi kepada Alloh <em>Subhanallohu wa Ta’ala</em>. Wallahu ‘Alam (Ibnu Yunus Al Andalasy)</p>
<p>(Sumber Rujukan: Syifa’ul ‘Alil Fii Masaaili Qadha’ Wal Qodar Wal Hikmah Wat Ta’lil, Karya Al Imam Asy Syaikh Ibnul Qoyyim)
<p>Disalin dari: <a href="http://www.arsipmoslem.wordpress.com/">Arsip Moslem Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tsaqofah.wordpress.com/66/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tsaqofah.wordpress.com/66/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsaqofah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsaqofah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsaqofah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsaqofah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsaqofah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsaqofah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsaqofah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsaqofah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsaqofah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsaqofah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsaqofah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsaqofah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsaqofah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsaqofah.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=66&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/semut-yang-mendapat-petunjuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/406628410a46c869631bdf95473ff393?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Janganlah Bersedih Wahai Saudaraku</title>
		<link>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/janganlah-bersedih-wahai-saudaraku/</link>
		<comments>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/janganlah-bersedih-wahai-saudaraku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 09:27:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>madah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Al Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Rindu]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Salim]]></category>
		<category><![CDATA[Segar Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyahtun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Tombo Ati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/janganlah-bersedih-wahai-saudaraku/</guid>
		<description><![CDATA[Senang, bahagia, suka cita, sedih, kecewa dan duka cita adalah sesuatu yang biasa dialami manusia. Ketika mendapatkan sesuatu yang menggembirakan dari kesenangan-kesenangan duniawi maka dia akan senang dan gembira. Sebaliknya ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan maka dia merasa sedih dan kecewa bahkan kadang-kadang sampai putus asa. Akan tetapi sebenarnya bagi seorang mukmin, semua perkaranya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=65&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>Senang, bahagia, suka cita, sedih, kecewa dan duka cita adalah sesuatu yang biasa dialami manusia.</strong> Ketika mendapatkan sesuatu yang menggembirakan dari kesenangan-kesenangan duniawi maka dia akan senang dan gembira. Sebaliknya ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan maka dia merasa sedih dan kecewa bahkan kadang-kadang sampai putus asa.<br />
<span id="more-65"></span>Akan tetapi sebenarnya bagi seorang mukmin, semua perkaranya adalah baik. Hal ini diterangkan oleh Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>: <em>&#8220;Sungguh menakjubkan perkaranya orang mukmin. Sesungguhnya semua perkaranya adalah baik dan tidaklah hal ini dimiliki oleh seorangpun kecuali oleh orang mukmin. Jika dia diberi kenikmatan/kesenangan, dia bersyukur maka jadilah ini sebagai kebaikan baginya. Sebaliknya jika dia ditimpa musibah (sesuatu yang tidak menyenangkan), dia bersabar, maka ini juga menjadi kebaikan baginya.&#8221;</em> (HR. Muslim no.2999 dari Shuhaib radhiyallahu &#8216;anhu)</p>
<p align="justify"><strong>Kriteria Orang yang Paling Mulia</p>
<p></strong>Sesungguhnya kesenangan duniawi seperti harta dan status sosial bukanlah ukuran bagi kemuliaan seseorang. Karena Allah Ta&#8217;ala memberikan dunia kepada orang yang dicintai dan orang yang tidak dicintai-Nya. Akan tetapi Allah akan memberikan agama ini hanya kepada orang yang dicintai-Nya. Sehingga ukuran/patokan akan kemuliaan seseorang adalah derajat ketakwaannya. Semakin bertakwa maka dia semakin mulia di sisi Allah.</p>
<p>Allah berfirman: <em>&#8220;Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.&#8221;</em> (Al-Hujuraat:13)</p>
<p><strong>Jangan Sedih ketika Tidak Dapat Dunia</strong></p>
<p>Wahai saudaraku, ingatlah bahwa seluruh manusia telah Allah tentukan rizkinya -termasuk juga jodohnya-, ajalnya, amalannya, bahagia atau pun sengsaranya. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda: <em>&#8220;Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (air mani) kemudian berbentuk segumpal darah dalam waktu yang sama lalu menjadi segumpal daging dalam waktu yang sama pula. Kemudian diutus seorang malaikat kepadanya lalu ditiupkan ruh padanya dan diperintahkan dengan empat kalimat/perkara: ditentukan rizkinya, ajalnya, amalannya, sengsara atau bahagianya.&#8221; </em>(HR. Al-Bukhariy no.3208 dan Muslim no.2643 dari Ibnu Mas&#8217;ud radhiyallahu &#8216;anhu)</p>
<p>Tidaklah sesuatu menimpa pada kita kecuali telah Allah taqdirkan. Allah <em>Ta&#8217;ala </em>berfirman: <em>&#8220;Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada diri kalian sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kalian jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kalian, dan supaya kalian jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepada kalian. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.&#8221;</em> (Al-Hadiid:22-24)</p>
<p>Kalau kita merasa betapa sulitnya mencari penghidupan dan dalam menjalani hidup ini, maka ingatlah sabda Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>: <em>&#8220;Tiada suatu amalan pun yang mendekatkan ke surga kecuali aku telah perintahkan kalian dengannya dan tiada suatu amalan pun yang mendekatkan ke neraka kecuali aku telah larang kalian darinya. Sungguh salah seorang di antara kalian tidak akan lambat rizkinya. Sesungguhnya Jibril telah menyampaikan pada hatiku bahwa salah seorang dari kalian tidak akan keluar dari dunia (meninggal dunia) sampai disempurnakan rizkinya. Maka bertakwalah kepada Allah wahai manusia dan perbaguslah dalam mencari rizki. Maka apabila salah seorang di antara kalian merasa/menganggap bahwa rizkinya lambat maka janganlah mencarinya dengan bermaksiat kepada Allah karena sesungguhnya keutamaan/karunia Allah tidak akan didapat dengan maksiat.&#8221;</em> (Shahih, HR. Al-Hakim no.2136 dari Ibnu Mas&#8217;ud radhiyallahu &#8216;anhu)</p>
<p>Maka berusahalah beramal/beribadah dengan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> dan jangan membuat perkara baru dalam agama (baca:bid&#8217;ah).</p>
<p>Dan berusahalah mencari rizki dengan cara yang halal serta hindari sejauh-jauhnya hal-hal yang diharamkan.</p>
<p><strong>Hendaklah Orang yang Mampu Membantu</p>
<p></strong>Hendaklah bagi orang yang mempunyai kelebihan harta ataupun yang punya kedudukan agar membantu saudaranya yang kurang mampu dan yang mengalami kesulitan. Allah berfirman: <em>&#8220;Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.&#8221; </em>(Al-Maa`idah:2)</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda: <em>&#8220;Barangsiapa menghilangkan satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan hilangkan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan orang yang mengalami kesulitan maka Allah akan mudahkan baginya di dunia dan di akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan tutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan senantiasa menolong hamba selama hamba tersebut mau menolong saudaranya.&#8221;</em> (HR. Muslim no.2699 dari Abu Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu)</p>
<p><strong>Berdo&#8217;a ketika Sedih </strong></p>
<p>Jika kita merasa sedih karena sesuatu menimpa kita seperti kehilangan harta, sulit mencari pekerjaan, kematian salah seorang keluarga kita, tidak mendapatkan sesuatu yang kita idam-idamkan, jodoh tak kunjung datang ataupun yang lainnya, maka ucapkanlah do&#8217;a berikut yang diajarkan oleh Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>: <em>&#8220;Tidaklah seseorang ditimpa suatu kegundahan maupun kesedihan lalu dia berdo&#8217;a: &#8220;Ya Allah, sesungguhnya saya adalah hamba-Mu, putra hamba laki-laki-Mu, putra hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di Tangan-Mu, telah berlalu padaku hukum-Mu, adil ketentuan-Mu untukku. Saya meminta kepada-Mu dengan seluruh Nama yang Engkau miliki, yang Engkau menamakannya untuk Diri-Mu atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu atau yang Engkau simpan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu. Jadikanlah Al-Qur`an sebagai musim semi (penyejuk) hatiku dan cahaya dadaku, pengusir kesedihanku serta penghilang kegundahanku.&#8221; kecuali akan Allah hilangkan kegundahan dan kesedihannya dan akan diganti dengan diberikan jalan keluar dan kegembiraan.&#8221; Tiba-tiba ada yang bertanya: &#8220;Ya Rasulullah, tidakkah kami ajarkan do&#8217;a ini (kepada orang lain)? Maka Rasulullah menjawab: &#8220;Bahkan selayaknya bagi siapa saja yang mendengarnya agar mengajarkannya (kepada yang lain).&#8221;</em> (HR. Ahmad no.3712 dari &#8216;Abdullah bin Mas&#8217;ud radhiyallahu &#8216;anhu, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albaniy)</p>
<p>Juga do&#8217;a berikut ini: <em>&#8220;Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gundah gulana, sedih, lemah, malas, kikir, penakut, terlilit hutang dan dari tekanan/penindasan orang lain.&#8221;</em> (HR. Al-Bukhariy 7/158 dari Anas radhiyallahu &#8216;anhu)</p>
<p><strong>Ilmu adalah Pengganti Segala Kelezatan </strong></p>
<p>Di antara hal yang bisa menghibur seseorang ketika mengalami kesepian atau ketika sedang dilanda kesedihan adalah menuntut ilmu dan senantiasa bersama ilmu.</p>
<p>Berkata Al-Imam Al-Mawardiy: &#8220;Ilmu adalah pengganti dari segala kelezatan dan mencukupi dari segala kesenangan…. Barangsiapa yang menyendiri dengan ilmu maka kesendiriannya itu tidak menjadikan dia sepi. Dan barangsiapa yang menghibur diri dengan kitab-kitab maka dia akan mendapat kesenangan…. Maka tidak ada teman ngobrol sebaik ilmu dan tidak ada sifat yang akan menolong pemiliknya seperti sifat al-hilm (sabar dan tidak terburu-buru).&#8221; (Adabud Dunya wad Diin hal.92, dari Aadaabu Thaalibil &#8216;Ilmi hal.71)</p>
<p>Duhai kiranya kita dapat mengambil manfaat dari ilmu yang kita miliki sehingga kita tidak akan merasa kesepian walaupun kita sendirian di malam yang sunyi tetapi ilmu itulah yang setia menemani.</p>
<p><strong>Contoh Orang-orang yang Sabar </strong></p>
<p>Cobaan yang menimpa kita kadang-kadang menjadikan kita bersedih tetapi hendaklah kesedihan itu dihadapi dengan kesabaran dan menyerahkan semua permasalahan kepada Allah, supaya Dia menghilangkan kesedihan tersebut dan menggantikannya dengan kegembiraan.</p>
<p>Allah berfirman mengisahkan tentang Nabi Ya&#8217;qub: <em>&#8220;Dan Ya`qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: &#8220;Aduhai duka citaku terhadap Yusuf&#8221;, dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya). Mereka berkata: &#8220;Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf, sehingga kamu mengidapkan penyakit yang berat atau termasuk orang-orang yang binasa.&#8221; Ya`qub menjawab: &#8220;Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kalian tiada mengetahuinya.&#8221;</em> (Yuusuf:84-86)</p>
<p>Allah juga berfirman mengisahkan tentang Maryam: <em>&#8220;Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: &#8220;Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan.&#8221; Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: &#8220;Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.&#8221;</em> (Maryam:22-25)</p>
<p>Semoga Allah<em> Ta&#8217;ala</em> memberikan kita hidayah dan kemampuan kepada kita kita untuk menjadi hamba-hamba yang sabar dan istiqamah dalam menjalankan syari&#8217;at-Nya, amin. Wallaahu A&#8217;lam.</p>
<p>(Dikutip dari: Bulletin Al Wala&#8217; wa Bara&#8217;, Edisi ke-4 Tahun ke-3 / 17 Desember 2004 M / 05 Dzul Qo&#8217;dah 1425 H)
<p>Disalin dari: <a href="http://www.arsipmoslem.wordpress.com/">Arsip Moslem Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tsaqofah.wordpress.com/65/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tsaqofah.wordpress.com/65/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsaqofah.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsaqofah.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsaqofah.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsaqofah.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsaqofah.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsaqofah.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsaqofah.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsaqofah.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsaqofah.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsaqofah.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsaqofah.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsaqofah.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsaqofah.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsaqofah.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=65&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/janganlah-bersedih-wahai-saudaraku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/406628410a46c869631bdf95473ff393?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bukalah Hati, Janganlah Saling Membenci</title>
		<link>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/bukalah-hati-janganlah-saling-membenci/</link>
		<comments>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/bukalah-hati-janganlah-saling-membenci/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 09:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>madah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Al Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Rindu]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Salim]]></category>
		<category><![CDATA[Segar Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyahtun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Tombo Ati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/bukalah-hati-janganlah-saling-membenci/</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah shalallahu &#8216;alahi wa sallam bersabda: &#8220;Tidak boleh seorang mu&#8217;min (suami) membenci seorang mu&#8217;minah (istrinya), bila dia tidak menyenangi satu dari perilakunya, dia tentu menyukai (perilakunya) yang lain&#8221; (HR. Muslim) Dalam hadits terdapat dua pelajaran penting yakni, pertama, hadits ini memberikan pengarahan bagaimana seharusnya memperlakukan istri, kerabat, teman, pekerja dan semua orang yang mempunyai hubungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=64&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alahi wa sallam</em> bersabda: <em>&#8220;Tidak boleh seorang mu&#8217;min (suami) membenci seorang mu&#8217;minah (istrinya), bila dia tidak menyenangi satu dari perilakunya, dia tentu menyukai (perilakunya) yang lain&#8221; </em>(HR. Muslim) <span id="more-64"></span>Dalam hadits terdapat dua pelajaran penting yakni, pertama, <strong>hadits ini memberikan pengarahan bagaimana seharusnya memperlakukan istri, kerabat, teman, pekerja dan semua orang yang mempunyai hubungan dengan kita.</strong> Kita harus mempersiapkan mental, karena pasti akan ada aib, kekurangan, kelemahan dan hal lain yang tidak kita senangi. Bila kita mendapatkannya maka hendaklah kita membandingkan antara tingkahnya dengan apa yang seharusnya kita lakukan terhadap dia. Seperti menjaga kekuatan hubungan dan kelanggengan kasih sayang yang terjalin sebelumnya. Juga mengingat kebaikan-kebaikannya. Dengan menutup mata atas kekurangnya dan memperhatikan kebaikannya, maka persahabatan dan hubungan akan tetap terjalin serta perasaanpun menjadi tenang.</p>
<p align="justify">Pelajaran kedua adalah hendaklah kita berusaha menghilangkan kesedihan dan kegelisahan, menjaga hubungan baik, selalu memberikan hak-hak yang harus dipenuhi, sehingga tercipta ketenangan diantara kedua belah pihak. Barangsiapa yang tidak mengikuti petunjuk yang disebutkan Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alahi wa sallam </em>ini, bahkan menentangnya, melihat orang pada kejelekan-kejelekannya, menutup mata dari kebaikan-kebaikannya, dia pasti akan gundah, kasih sayang yang terjalin antara keduanya menjadi keruh serta banyak hak yang terputus yang semestinya harus dijaga.</p>
<p>Banyak orang mempunyai idealisme tinggi, mental mereka siap untuk sabar dan tenang menghadapi berbagai cobaan dan musibah besar. Akan tetapi mereka gelisah dan keruh perasaannya ketika menghadapi masalah-masalah kecil. Penyebabnya, karena mereka hanya menyiapkan mental untuk menghadapi masalah-masalah besar dan tidak untuk menghadapi masalah-masalah kecil. Ternyata hal itu membahayakan dan mempengaruhi ketenangan mereka. Orang yang benar-benar kuat adalah orang yang mempersiapkan dirinya menghadapi masalah-masalah kecil dan besar sekaligus, serta memohon pertolongan kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>. Dia juga mengharap agar urusannya tidak diberikan kepada dirinya sendiri walaupun hanya sekejap mata. Saat itulah masalah kecil dan besar mudah dihadapi, sementara jiwanya tentram dan hatinya tenang. Wallahu &#8216;Alam.</p>
<p>(Sumber Rujukan: Menggapai Kehidupan Bahagia, Karya Asy-Syaikh Abdurrahman Bin Nashir As-Sa&#8217;dy)
<p>Disalin dari: <a href="http://www.arsipmoslem.wordpress.com/">Arsip Moslem Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tsaqofah.wordpress.com/64/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tsaqofah.wordpress.com/64/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsaqofah.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsaqofah.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsaqofah.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsaqofah.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsaqofah.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsaqofah.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsaqofah.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsaqofah.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsaqofah.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsaqofah.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsaqofah.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsaqofah.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsaqofah.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsaqofah.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=64&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/bukalah-hati-janganlah-saling-membenci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/406628410a46c869631bdf95473ff393?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengkhususan Hukuman Zina Dengan Tiga Hal</title>
		<link>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/pengkhususan-hukuman-zina-dengan-tiga-hal/</link>
		<comments>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/pengkhususan-hukuman-zina-dengan-tiga-hal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 09:27:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>madah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Al Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Rindu]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobat Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Qalbu Salim]]></category>
		<category><![CDATA[Segar Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Tamasya Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyahtun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Tombo Ati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/pengkhususan-hukuman-zina-dengan-tiga-hal/</guid>
		<description><![CDATA[Alloh ‘Azza wa Jalla mengkhususkan hukuman bagi perbuatan zina dibandingkan dengan hukuman-hukuman lainnya dengan tiga hal, yaitu Pertama , Alloh melarang hamba-hambaNya untuk merasa kasihan kepada para pelaku zina sehingga mencegah mereka untuk memberlakukan hukuman kepada para pezina itu. Sebab, Alloh ‘Azza wa Jalla  mensyari&#8217;at kan hukuman tersebut didasarkan pada kasih sayang dan rahmatNya pada mereka. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=63&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em> mengkhususkan hukuman bagi perbuatan zina dibandingkan dengan hukuman-hukuman lainnya dengan tiga hal, yaitu </strong>Pertama , Alloh melarang hamba-hambaNya untuk merasa kasihan kepada para pelaku zina sehingga mencegah mereka untuk memberlakukan hukuman kepada para pezina itu. Sebab, Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em>  mensyari&#8217;at kan hukuman tersebut didasarkan pada kasih sayang dan rahmatNya pada mereka. Alloh itu sangat sayang kepada kalian, namun kasih sayang tersebut tidaklah mencegah Alloh untuk memerintahkan berlakunya hukuman ini. Oleh karenanya janganlah kasih sayang yg ada di hati kalian itu mencegah kalian untuk melaksanakan perintah Alloh.<span id="more-63"></span>Hal ini -walaupun sebenarnya juga berlaku pada seluruh macam hukuman (hudud)yang disyari&#8217;atkan- namun  disebutkan dalam hukuman zina suatu kekhususan, karena memang sangat penting untuk disebutkan di sini, sebab kebanyakan orang tidak mempunyai perasaan marah dan sikap kasar terhadap pezina seperti sikap mereka pada pencuri, atau orang yang menuduh berbuat zina atau pemabuk. Hati mereka cenderung lebih kasihan pada pezina ketimbang kepada para pelaku dosa lainnya. Dan realita membuktikan hal itu. Oleh karena itu Alloh melarang mereka, jangan sampai rasa kasihan mereka itu membuat tidak diberlakukannya hukuman Alloh <em>‘Azza wa Jalla.</em></p>
<p align="justify">Mengapa rasa kasihan pada mereka itu timbul? Penyebabnya yaitu karena perbuatan zina ini bisa terjadi pada orang golongan atas, menengah dan bawah. Kemudian, dalam jiwa manusia itu terdapat dorongan yang kuat untuk melakukannya (melampiaskan libido. pent) dan orang yang melakukannya juga berjumlah banyak. Dan yang paling banyak menjadi penyebabnya ialah cinta; sementara hati manusia itu secara tabiat, punya perasaan kasihan pada orang yang sedang jatuh cinta, bahkan banyak di antara mereka yang siap memberikan bantuan pada mereka,  walaupun sebenarnya bentuk dari percintaan itu termasuk yang diharamkan. Dan hal seperti ini sudah tidak dipungkiri lagi. Dan hal itu memang sudah diakui oleh orang-orang.<strong></p>
<p></strong>Selain itu juga, perbuatan dosa ini (zina) kebanyakan terjadi dengan adanya suka sama suka dari kedua belah pihak, bukan dengan pemaksaan, penganiayaan dan lainnya yang membuat jiwa orang-orang itu geram.</p>
<p>Dalam hal ini, syahwat banyak berpengaruh, sehingga timbullah perasaan kasihan yang mungkin akan menghambat ditegakkannya hukuman Alloh I. Ini semua timbul dari iman yang lemah. Kesempurnaan iman itu dapat dicapai dengan adanya kekuatan yang dengan itu perintah Alloh dapat ditegakkan, juga adanya rahmat (kasih sayang) terhadap orang yang dijatuhi hukuman tersebut, sehingga dia bisa sejalan dengan Alloh dalam perintah dan rahmatNya.</p>
<p><strong>Kedua,</strong> hukuman zina adalah dibunuh (dirajam) dengan cara yang mengerikan.  Dalam hukuman zina yang ringan saja, Alloh menggabungkan antara hukuman terhadap fisik dengan cambuk dan hukuman terhadap hati/mentalnya dengan cara diasingkan dari negerinya selama satu tahun.</p>
<p><strong><em>Ketiga</em></strong>, Alloh<em>‘Azza wa Jalla</em>  memerintahkan agar hukuman terhadap pelaku zina (baik itu cambuk ataupun rajam, pent) hendaknya dilakukan di hadapan khalayak orang-orang mukmin, bukan di tempat yang sepi sehingga tidak ada orang yang dapat menyaksikannya. Hal ini dilakukan agar hukuman tersebut lebih efektif untuk tujuan <em>&#8220;zajr&#8221;</em> (membuat jera pelaku dan membuat takut orang lain melakukannya). Hukuman bagi pezina yang <em>&#8220;muhshan&#8221;</em> (sudah berkeluarga) diambil dari hukuman Alloh terhadap kaum Nabi Luth&#8217; u yang dilempar dengan batu. Yang demikian itu karena perbuatan zina dan <em>liwath</em> (homoseks yang dilakukan kaum Nabi Luth&#8217; u) adalah sama-sama perbuatan <em>fahisyah</em> (keji dan kotor). Keduanya dapat menimbulkan kerusakan yang bertentangan dengan hikmah Alloh di dalam penciptaan perintahNya. Kerusakan dan bahaya yang ditimbulkan oleh praktek <em>liwath</em> (<em>homosex</em>) itu sungguh sulit untuk dihitung. Orang yang menjadi korban perbuatan tersebut lebih pantas dan lebih baik untuk dibunuh saja; sebab dia itu mengalami kerusakan yang tidak bisa diharapkan untuk baik kembali selamanya. Semua kebaikannya sudah hilang. Bumi sudah menyerap habis rasa malu dari mukanya, sehingga dia tidak akan malu lagi kepada Alloh, juga kepada makhlukNya. Hati dan jiwa orang tersebut sudah dipengaruhi oleh sperma pelaku <em>liwath</em> seperti berpengaruhnya racun dalam tubuh seseorang.</p>
<p>Ada perbedaan pendapat di antara sebagian orang; apakah orang yang menjadi pelaku <em>liwath</em> itu bisa masuk Surga atau tidak? Dalam hal ini ada dua pendapat. Aku mendengar Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah pernah mengungkapkan dua pendapat ini.</p>
<p>Mereka yang mengatakan tidak akan masuk Surga  memberikan <em>hujjah</em> dengan beberapa hal: Di antaranya, bahwa Nabi <em>Shallallahu Alaihi wa Sallam</em> bersabda: <em>&#8220;Tidak akan masuk Surga anak seorang pezina.&#8221;</p>
<p></em>Bila nasib dan kondisi anak hasil zina sudah demikian, padahal dia tidak mempunyai dosa apa-apa, hanya saja dia dicurigai sebagai tempat berbagai kejelekan dan kekotoran, serta dia pantas untuk tidak mendatangkan kebaikan apa pun selamanya, disebabkan karena dia tercipta dari <em>nuthfah</em> (sperma) yang kotor; bila tubuh yang tumbuh menjadi besar dengan barang yang haram saja sangat pantas untuk masuk api Neraka, maka bagaimana lagi dengan tubuh yang memang tercipta dari sperma yang haram?</p>
<p>Mereka mengatakan: Orang yang menjadi pelaku <em>liwath</em> itu lebih jelek dari anak hasil zina, lebih hina dan lebih kotor pula. Dia itu memang pantas untuk tidak mendapat taufik kebaikan. Dia juga pantas dihalangi untuk mendapatkan taufik tersebut. Dan setiap kali dia melakukan amal yang baik, maka Alloh akan menggandengkannya dengan amalan lain yang dapat merusaknya, sebagai hukuman baginya. Dan memang jarang kita dapati bahwa orang yang sudah seperti itu di masa kecilnya, kecuali dia akan lebih parah di masa tuanya. Dia tidak berhasil mendapatkan ilmu yang bermanfaat, amal yang shalih dan taubat yang <em>nashuha</em>.</p>
<p>Namun setelah diteliti, yang lebih pas untuk dikatakan dalam masalah ini, yaitu bahwa bila orang tersebut bertaubat dan kembali kepada Alloh, kemudian mendapatkan karunia taubat yang <em>nashuha</em> serta amal yang shalih, lalu kondisinya  di masa tua lebih baik dari kondisi di masa kecilnya, lalu merubah perbuatan-perbuatan jeleknya dengan berbagai macam kebaikan serta mencuci aibnya dengan beragam ketaatan dan pendekatan diri kepada Alloh, juga menjaga pandangan matanya, menjaga kemaluannya dari yang haram dan benar-benar jujur kepada Alloh dalam <em>mu&#8217;amalah-</em>nya, maka orang yang semacam ini akan mendapat ampunan dan dia akan termasuk ahli Surga. Sebab, Alloh Maha mengampuni seluruh dosa. Bila taubat itu -kita ketahui- dapat menghapus segala macam dosa, sampai dosa syirik kepada Alloh, membantai para nabi dan para waliNya, atau sihir, kufur dan lain semacamnya, maka kita tidak boleh membatasi penghapusan terhadap dosa yang satu ini, padahal, dengan keadilan dan karunia Yang Maha Kuasa, hikmah Alloh menetapkan bahwa: <em>&#8220;Orang yang bertaubat dari dosanya sama seperti orang yang tidak berdosa.&#8221;</em></p>
<p>Dan Alloh sendiri telah memberikan jaminan bahwa barangsiapa yang bertaubat dari perbuatan syirik, pembunuhan jiwa dan zina, Alloh akan mengganti perbuatan-perbuatan jeleknya dengan kebaikan-kebaikan, dan ini adalah ketentuan hukum yang umum mencakup setiap orang yang bertaubat dari berbagai macam dosa.</p>
<p>Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em> berfirman:<em> &#8221;Katakanlah: Wahai hamba-hambaKu yang aniaya terhadap diri mereka, janganlah kalian putus asa akan rahmat Alloh, sesungguhnya Alloh akan mengampuni seluruh dosa, seungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Pengasih.&#8221;</em> (Az-Zumar: 53) Dan tidak akan keluar dari keumuman ayat ini satu macam dosa pun. Namun hal ini hanya khusus bagi mereka yang bertaubat.</p>
<p>Bila ternyata orang yang menjadi pelaku perbuatan  <em>liwath</em> itu di masa tuanya lebih jelek dari masa kecilnya, tidak mendapatkan karunia taubat <em>nashuha</em> dan amal shalih, tidak segera mengganti ketaatan yang dia tinggalkan dan tidak pula mau menghidupkan apa yang sudah ia matikan, juga tidak mengubah perbuatan-perbuatan jeleknya dengan kebaikan, maka orang semacam ini sulit untuk mendapatkan <em>husnul khatimah</em> yang dapat memasukkannya ke dalam Surga di saat akan meninggal kelak. Hal itu sebagai hukuman baginya. Sungguh Alloh memberikan hukuman atas perbuatan yang jelek dengan kejelekan lainnya, sehingga bertumpuklah hukuman perbuatan jelek yang akan diterimanya, sebagaimana Alloh juga memberikan ganjaran bagi sebuah perbuatan baik dengan perbuatan baik lainnya.</p>
<p>(Dikutip dan diolah dari: JANGAN DEKATI ZINA, Karya Al-Imam Ibnu Qayyim Al-jauziyah)
<p>Disalin dari: <a href="http://www.arsipmoslem.wordpress.com/">Arsip Moslem Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tsaqofah.wordpress.com/63/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tsaqofah.wordpress.com/63/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsaqofah.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsaqofah.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsaqofah.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsaqofah.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsaqofah.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsaqofah.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsaqofah.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsaqofah.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsaqofah.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsaqofah.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsaqofah.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsaqofah.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsaqofah.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsaqofah.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsaqofah.wordpress.com&amp;blog=557059&amp;post=63&amp;subd=tsaqofah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsaqofah.wordpress.com/2007/07/02/pengkhususan-hukuman-zina-dengan-tiga-hal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/406628410a46c869631bdf95473ff393?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
